APA YANG DIMAKSUD DENGAN REKAYASA WEB
Posted on maret maret 07 2016 by aziz septiadi
Apa itu rekayasa WEB ?
Rekayasa Web (RW) yaitu suatu model rekayasa perangkat lunak yang digunakan untuk pengembangan aplikasi-aplikasi berbasis web, sedangkan menurut Pressman Rekayasa Web adalah suatu proses yang digunakan untuk membuat aplikasi web yang berkualitas tinggi.
Rekayasa Web tidak sama persis dengan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), tetapi Rekayasa Web memiliki konsep dan prinsip mendasar dari RPL. Proses di RW lebih ditekankan pada aktivitas teknis dan menajemen yang hampir sama.
Mengapa Rekayasa Web Penting ?
Rekayasa Web tentunya juga penting karena bertujuan agar Web terelihat lebih berkualitas dan lebih user friendly agar si pengguna lebih mudah dalam pengunaannya, dengan meminimalisir kesalahan dalam suatu projek web, serta dalam pengaturan kompleksitas dan keanekaragaman pengembangan aplikasi web tersebut.
Karakteristik Web ?
Beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan dari aplikasi web yaitu :
Kesiapan (Immediacy), Pengembang harus memiliki metode untuk melakukan perencanaan, analisis, desain, implementasi dan pengujian yang telah disesuaikan dengan waktu singkat sesuai kebutuhan dalam pengembangan aplikasi web, serta perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut para pengembang untuk kesiapannya.
Keamanan (Security), Untuk melindungi data yang sensitive dan memberikan transmisi data yang yang aman, maka perlu diimplementasikan sistem keamanan yang kuat pada infrastruktur pendukung pada aplikasi web itu sendiri.
Estetika, Bagian yang sangat penting bagi daya tarik sebuah aplikasi web adalah tampilannya. Bagi sebuah aplikasi yang ditargetkan untuk dipasarkan, estetika memiliki tingkat kepentingan yang sama dengan desain teknisnya.
Public UserAplikasi web ditujukan untuk digunakan oleh komunitas user yang besar, beragam dan sejumlah user yang tak dikenali. Oleh karena itu pada saat mengembangkan aplikasi web, user interface dan fitur – fitur kemudahan dalam penggunaan (usability features) harus mampu menjawab kebutuhan dari semua user tersebut tanpa harus melalui suatu program latihan. Semua hal ini merupakan gabungan dari Human Web Interaction ( HWI ), user interface, dan information presentation.
Compatible, Media pengiriman konten untuk aplikasi web sangat berbeda dengan software tradisional. Apliakasi web membutuhkan kecocokan dengan berbagai jenis perangkat display, format tampilan, dukungan hardware, software dan lain-lain yang dirasa berhubungan dengan media pengiriman.
Tahapan-tahapan dalam rekayasa web antara lain :
A. Customer communication
Komunikasi yang baik dengan user merupakan sarana efektif dalam membuat atau menerjemahkan apa saja yang user inginkan (requirements).
B. Planning
Yaitu tahap penggabungan requirement (kebutuhan) dan informasi dari user dan perencanaan teknis serta menanggapi respon (tanggapan) dari user. Perencanaan teknis dilakukan dengan mengidentifikasi perangkat lunak maupun perangkat keras apa saja yang dibutuhkan, respon dari pengguna dapat dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada user maupun kepada targetan lain selain user (mahasiswa dan masyarakat umum) tergantung kesepakatan pengembang.
C. Modeling ( Pemodelan )
Analysis modeling, merupakan tahap berikutnya dari planning dan komunikasi dengan user.
Analisis isi (content), merumuskan kebutuhan (requirements) dari user serta permasalahan apa yang akan diselesaikan.
Analisis interaksi, mengidentifikasi interaksi antara user dengan system berdasarkan hak akses pengguna
Analisis fungsional, mengidentifikasi operasi-operasi apa saja yang akan dijalankan di dalam system maupun terpisah dengan system tetapi sangat penting bagi user.
Analisis konfigurasi, mengidentifikasi lingkungan dan instruktur apayang tepat untuk aplikasi yang akan dibuat.
Design modeling
Desain antarmuka ( Interface ), memeriksa kumpulan informasi yang telah dilakukan dalam tahap analisis, kemudian buat sketsa antarmuka, memetakan obyektif user ke dalam antarmuka uang spesifik.
Desain estetika, merancang tampilan halaman dengan kombinasi warn, teks, dan gambar yang sesuai dengan isi dan tujuan aplikasi web.
Desain isi ( content ), merancang content dari aplikasi web itu sendiri. Desain tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan informasi yang telah di identifikasi pada tahap analisis. Sedangkan desain basis data yang dilakukan yaitu : desain model konseptual, desain model logic, dan desain model fisik.
Desain navigasi, hanya dilakukan ketika aplikasi web itu memiliki aturan-aturan atau hak otorisasi buat user sesuai dengan alur kerja system.
Desain arsitektur, difokuskan pada aplikasi yang berstruktur hypermedia. Struktur arsitektur berkaitan erat dengan tujuan dari pengembangan situs, content yang disediakan dan user yang mengunjungi web.
D. Construction (kontruksi)
Implementasi ( coding )
Implementasi dilakukan dengan mengaplikasikan halaman web dalam bentuk HTML berdasarkan hasil perancangan isi pada aktivitas pada non technical member sedangkan implementasi isi dan fungsi logika dibuat dalam bentuk PHP.
Pengujian ( testing )
Dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kesalahan seperti kesalahan pada skrip atau form, navigasi ataupun tampilan, maupun bagian lainnya.
E. Delivery & Feedback
Serah terima dan respon dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada user berupa respon untuk mendapatkan penilaian dari setiap kriteria sebagai hasil evaluasi bagi pengembang. Kriteria yang dilakukan biasanya usability, functionality, serta reliability.






0 komentar:
Posting Komentar