Universitas Budi luhur

kampus berbudi luhur yang mengedepankan etika dan sikap terhadap kecerdasab dalam diri

Tampilkan postingan dengan label dasar rekayasa web. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dasar rekayasa web. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Maret 2016

konsep dasar rekayasa web

KONSEP REKAYASA WEB

Rekayasa web adalah proses yang diunakan untuk menciptakan aplikasi web yang berkualitas tinggi. Rekayasa web mengadaptasi rekayasa perangkat lunak dalam hal konsep dasar yang menekankan pada aktifitas teknis dan manajemen. Namun demikian adaptasi tidak secara utuh, tapi dengan perubahan dan penyesuaian. Rekayasa web gabungan antara web publishing (suatu konsep yang berasal dari printed publishing) dan aktifitas rekayasa perangkat lunak. Dikatakan demikian karena desain sebuah aplikasi web menekankan pada desain grafis, desain informasi, teori hypertext, desain sistem dan pemrograman.
Ciri & sifat Web aplikasi
  • Network intensive.
  • Content-Driven.
  • Continuous evolution.
  • Document-oriented.
Karakteristik Web Aplikasi
  • Immediacy.
  • Security.
  • Aesthetics.
KONSEP DASAR
  • Tak dapat dipungkiri memang, semua ini merupakan hasil dari revolusi informasi dunia internet yang sangat cepat. Sedemikian cepatnya mengakibatkan tidak semua orang dapat mengikuti perkembangan yang terjadi dengan baik.
  • Pertanyaan yang muncul sekarang adalah adakah sebuah sistem yang dapat mengakomodasi perkembangan informasi yang sangat cepat ini dan yang dapat memberikan keuntungan kepada pihak yang menggunakannya? Jawabannya tentu saja ada, yaitu dengan menerapkan Content Management System (CMS)
LATAR BELAKANG
  • ¨CMS, pertama kali muncul sebagai solusi dari kebutuhan manusia akan penyediaan informasi yang sangat cepat. Dengan hanya mengandalkan bahasa pemograman HTML dan beberapa gambar serta informasi yang statis, sebuah perusahaan berusaha sebaik mungkin menampilkan informasi secukupnya kepada para pengunjung.
  • ¨sebuah metode atau sistem yang dapat meningkatkan tingkat produktivitas dan efisiensi dalam pengembangan website sangatlah dibutuhkan. Dan salah satu solusi yang tepat untuk ini adalah dengan menerapkan Content Mangement System atau CMS.
PENGERTIAN CMS
  1. CMS dapat diartikan sebagai berikut: Sebuah sistem yang memberikan kemudahan kepada para penggunanya dalam mengelola dan mengadakan perubahan isi sebuah website dinamis tanpa sebelumnya dibekali pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat teknis
  2. ¨CMS memisahkan antara isi dan desain, konsistensi tampilan dapat senantiasa dijaga dengan baik. Setiap bagian dari website dapat memiliki isi dan tampilan yang berbeda-beda, tanpa harus khawatir kehilangan identitas dari website secara keseluruhan. Oleh karena semua data disimpan dalam satu tempat, pemanfaatan kembali dari informasi yang ada untuk berbagai keperluan dapat dengan mudah dilakukan.
  3. ¨CMS juga memberikanfleksibilitas dalam mengatur alur kerja atau ‘workflow’ dan hak akses, sehingga memperbesar kesempatan berpartisipasi dari pengguna dalam pengembangan website. Hal ini akan sangat menguntungkan bila website yang dikelola memiliki kompleksitas yang tinggi dan mengalami kemajuan yang cukup pesat.
MANFAAT CMS
  • Manajemen data
  • CMS juga mendukung berbagai macam format data, seperti XML, HMTL, PDF, dll., indexing, fungsi pencarian, dan kontrol terhadap revisi yang dilakukan terhadap data/informasi.
  • Menggunakan CMS biasanya pengetahuan tentang bahasa pemograman tidaklah terlalu dibutuhkan, karena semua proses berjalan dengan otomatis (WYSIWYG)
  • Proses ‘update’, dapat dilakukan dengan cepat sehingga menjamin kemutakhiran informasi yang ditampilkan
  • Mengatur siklus hidup website
  • Mendukung web templating dan standarisasi
  • Personalisasi website
  • Sindikasi
  • Akuntabilitas
sumber:
https://rhea1204.wordpress.com/konsep-rekayasa-web/

Minggu, 06 Maret 2016

apa itu rekayasa web



APA YANG DIMAKSUD DENGAN REKAYASA WEB

Posted on maret  maret 07 2016  by aziz septiadi


    Apa itu rekayasa WEB ?

Rekayasa Web (RW) yaitu suatu model rekayasa perangkat lunak yang digunakan untuk pengembangan aplikasi-aplikasi berbasis web, sedangkan menurut Pressman Rekayasa Web adalah suatu proses yang digunakan untuk membuat aplikasi web yang berkualitas tinggi.

Rekayasa Web tidak sama persis dengan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), tetapi Rekayasa Web memiliki konsep dan prinsip mendasar dari RPL. Proses di RW lebih ditekankan pada aktivitas teknis dan menajemen yang hampir sama.

    Mengapa Rekayasa Web Penting ?

Rekayasa Web tentunya juga penting karena bertujuan agar Web terelihat lebih berkualitas dan lebih user friendly agar si pengguna lebih mudah dalam pengunaannya, dengan meminimalisir kesalahan dalam suatu projek web, serta dalam pengaturan kompleksitas dan keanekaragaman pengembangan aplikasi web tersebut.

    Karakteristik Web ?

Beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan dari aplikasi web yaitu :

    Kesiapan (Immediacy), Pengembang harus memiliki metode untuk melakukan perencanaan, analisis, desain, implementasi dan pengujian yang telah disesuaikan dengan waktu singkat sesuai kebutuhan dalam pengembangan aplikasi web, serta perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut para pengembang untuk kesiapannya.
    Keamanan (Security), Untuk melindungi data yang sensitive dan memberikan transmisi data yang yang aman, maka perlu diimplementasikan sistem keamanan yang kuat pada infrastruktur pendukung pada aplikasi web itu sendiri.
    Estetika, Bagian yang sangat penting bagi daya tarik sebuah aplikasi web adalah tampilannya. Bagi sebuah aplikasi yang ditargetkan untuk dipasarkan, estetika memiliki tingkat kepentingan yang sama dengan desain teknisnya.
    Public UserAplikasi web ditujukan untuk digunakan oleh komunitas user yang besar, beragam dan sejumlah user yang tak dikenali. Oleh karena itu pada saat mengembangkan aplikasi web, user interface dan fitur – fitur kemudahan dalam penggunaan (usability features) harus mampu menjawab kebutuhan dari semua user tersebut tanpa harus melalui suatu program latihan. Semua hal ini merupakan gabungan dari Human Web Interaction ( HWI ), user interface, dan information presentation.
    Compatible, Media pengiriman konten untuk aplikasi web sangat berbeda dengan software tradisional. Apliakasi web membutuhkan kecocokan dengan berbagai jenis perangkat display, format tampilan, dukungan hardware, software dan lain-lain yang dirasa berhubungan dengan media pengiriman.

Tahapan-tahapan dalam rekayasa web antara lain :

A. Customer communication

Komunikasi yang baik dengan user merupakan sarana efektif dalam membuat atau menerjemahkan apa saja yang user inginkan (requirements).

B. Planning

Yaitu tahap penggabungan requirement (kebutuhan) dan informasi dari user dan perencanaan teknis serta menanggapi respon (tanggapan) dari user. Perencanaan teknis dilakukan dengan mengidentifikasi perangkat lunak maupun perangkat keras apa saja yang dibutuhkan, respon dari pengguna dapat dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada user maupun kepada targetan lain selain user (mahasiswa dan masyarakat umum) tergantung kesepakatan pengembang.

C. Modeling ( Pemodelan )

Analysis modeling, merupakan tahap berikutnya dari planning dan komunikasi dengan user.

    Analisis isi (content), merumuskan kebutuhan (requirements) dari user serta permasalahan apa yang akan diselesaikan.
    Analisis interaksi, mengidentifikasi interaksi antara user dengan system berdasarkan hak akses pengguna
    Analisis fungsional, mengidentifikasi operasi-operasi apa saja yang akan dijalankan di dalam system maupun terpisah dengan system tetapi sangat penting bagi user.
    Analisis konfigurasi, mengidentifikasi lingkungan dan instruktur apayang tepat untuk aplikasi yang akan dibuat.

Design modeling

    Desain antarmuka ( Interface ), memeriksa kumpulan informasi yang telah dilakukan dalam tahap analisis, kemudian buat sketsa antarmuka, memetakan obyektif user ke dalam antarmuka uang spesifik.
    Desain estetika, merancang tampilan halaman dengan kombinasi warn, teks, dan gambar yang sesuai dengan isi dan tujuan aplikasi web.
    Desain isi ( content ), merancang content dari aplikasi web itu sendiri. Desain tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan informasi yang telah di identifikasi pada tahap analisis. Sedangkan desain  basis data yang dilakukan yaitu : desain model konseptual,  desain model logic,  dan desain model fisik.
    Desain navigasi, hanya dilakukan ketika aplikasi web itu  memiliki aturan-aturan atau hak otorisasi buat user sesuai dengan alur kerja system.
    Desain arsitektur, difokuskan pada aplikasi yang berstruktur hypermedia. Struktur arsitektur berkaitan erat dengan tujuan dari  pengembangan situs, content yang disediakan dan user yang mengunjungi web.

D. Construction (kontruksi)

    Implementasi ( coding )

Implementasi dilakukan dengan mengaplikasikan halaman web dalam bentuk HTML berdasarkan hasil perancangan isi pada aktivitas pada non technical member sedangkan implementasi isi dan fungsi logika dibuat dalam bentuk PHP.

    Pengujian ( testing )

Dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kesalahan seperti kesalahan pada skrip atau form, navigasi ataupun tampilan, maupun bagian lainnya.

E. Delivery & Feedback

Serah terima dan respon dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada user berupa respon untuk mendapatkan penilaian dari setiap kriteria sebagai hasil evaluasi bagi pengembang. Kriteria yang dilakukan biasanya usability, functionality, serta reliability.